Sejarah Singkat Sistem Manajemen Inventory


Sejarah singkat mengenai sistem manajemen inventory yang sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1970an. Sekitar tahun 1974 Universal Product Code atau yang disingkat menjadi UPC diperkenalkan dan mulai dipakai oleh para pembisnis terutama pada bidang retail. Menggunakan aplikasi sistem inventory akan memudahkan Anda mengelola stok barang perusahaan Anda, apabila ingin membuat aplikasinya sekarang sudah ada jasa pembuatan software inventory untuk kebutuhan perusahaan Anda. UPC ini merupakan sebuah sistem barcode yang memiliki kesamaan atau universal sehingga orang-orang yang menggunakan sistem barcode lebih dipermudah. Mereka tidak perlu lagi untuk membeli beberapa barcode scanner yang berbeda dikarenakan barcode yang hanya compatible dengan satu barcode scanner saja.

Seiring dengan perkembangan jaman, komputer mulai populer dan menjadi jawaban atas kebutuhan tempat penyimpanan data dari barcode yang ada. Pada masa itu orang-orang mulai meninggalkan pencatatan inventory secara manual (ditulis tangan) dan mulai beralih dengan memasukan semua data ke komputer. Pada sekitar tahun 2000 barulah semua sistem menjadi lebih otomatis, orang-orang bahkan tidak perlu lagi mengetik data informasi secara manual. Semua bisa selesai dengan hanya men-scan barcode yang sudah tertera pada barang tersebut.




Fungsi dari sistem manajemen persediaan (inventory)
Ada beberapa fungsi yang ditawarkan oleh sistem manajemen inventory ini seiring dengan perkembangannya dari tahun ke tahun. Yang paling pertama dan paling mendasar tentu saja kemampuannya untuk melakukan barcoding. Sistem barcode yang ada juga sudah sangat berkembang, jadi anda tidak perlu membayangkan barcode serupa yang dipakai pada jaman dahulu. Teknologi “barcoding” yang sedang populer belakangan ini adalah QR code dan juga Radio-Frequency Identification atau yang disingkat menjadi RIFD.  Mengingat pentingnya sistem inventory barang dalam dunia bisnis sekarang maka dari itu jasa pembuatan program inventory hadir di Indonesia.

Radio-frequency identification (RFID) adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan elektromagnetik sebagai dasar untuk mencari dan mendata suatu barang. Biasanya barang tersebut akan memiliki tag yang berfungsi sebagai penyimpanan data dan beroprasi menggunakan batre. Dengan menggunakan RFID ini, kita tidak perlu lagi menempelkan barcode scanner dengan barang tujuan, karena RFID scanner bisa bekerja dari jarak jauh. Sedangkan untuk QR code sendiri menjadi populer karena kemudahannya yang bisa diakses dari smartphone, dimana hampir semua orang memilikinya. Jadi kita tidak perlu lagi mengeluarkan biaya awal sebagai modal untuk membeli scanner baik barcode maupun RFID.

Fungsi yang kedua dari sistem manajemen inventory ini adalah fungsi pengecekan barang. Barcoding tadi adalah fungsi untuk menyimpan data dari setiap barang yang ada yang kemudian ditujukan untuk pengecekan barang ini. Kita dapat mengecek setiap barang yang ada, baik jumlah barang yang ada digudang misalnya sampai dengan barang yang sedang dalam perjalanan pengiriman.

Fungsi yang ketiga yang ditawarkan oleh sistem manajemen inventory ini adalah fungsi forecasting. Melalui fungsi ini sistem dapat memberitahukan kita jika akan terjadinya kelebihan penumpukan barang dan juga kekurangan barang. Bahkan untuk barang-barang yang memiliki tanggal kadarluarsa, sistem ini juga sanggup memberitahu jika suatu barang akan melampaui batas tanggal kadarluarsanya. Selain itu juga, jika kita menggunakan sistem manajemen inventory yang terintegrasi seperti ERP, maka pemesanan barang dapat dilakukan secara otomatis oleh sistem.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kriteria Aplikasi Keuangan Yang Berkualitas

Kampanye Online dengan Media Sosial